FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Proses evakuasi jenazah korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono (33), di lereng Gunung Bulusaraung berlangsung dramatis.
Tim SAR gabungan harus berjuang dengan medan terjal, cuaca buruk, dan terbatasnya waktu untuk mengevakuasi korban dari kedalaman ratusan meter.
Salah satu anggota tim evakuasi, Alfian Rauf (40), PT Vale SAR Rescue mengungkapkan, kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam proses penyelamatan.
Namun begitu ada jeda sekitar setengah jam, kami langsung memberikan pengarahan dan yakin evakuasi bisa dilakukan dari bawah, kata Alfian saat ditemui di Posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.
Jenazah korban yang berhasil dievakuasi ditemukan berada di kedalaman sekitar 350 meter dari puncak di lereng yang sangat curam.
Tim harus menggunakan teknik penyelamatan tali khusus karena evakuasi manual dirasa tidak mungkin dilakukan.
“Kami menggunakan sistem pengangkatan yang biasa disebut sistem 4 to 1. Tali tersebut dirakit menggunakan katrol, pelindung dan alat penyelamat lainnya sehingga beban dapat diangkat dengan aman,” ujarnya.
Dalam prosesnya, tim menggunakan tiga tali yang saling terhubung untuk mencapai lokasi korban.
Meski penuh risiko, Alfian memastikan seluruh peralatan berfungsi dengan baik.
Alhamdulillah aman, talinya tidak putus, katanya.
Proses evakuasi dari bawah ke atas memakan waktu lebih dari empat jam.
Tim mulai bergerak dari puncak sekitar pukul 11.38 WITA dan berhasil mencapai puncak kembali pada pukul 17.10 WITA, menjelang gelap.
Agen Togel Terpercaya
Bandar Togel
Sabung Ayam Online
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
News
Breaking News
Berita