Categories Spirits

Berani Mengkritik, Berani Berpikir – FAJAR


Oleh: Idrus Marham

Fajar.co.id – Menilik narasi kritik yang deras dan riuh belakangan ini membanjiri ruang publik – termasuk dari Ketua BEM UGM – siapa yang seharusnya menjadi pengawalnya?
di depan intelek — saya tidak bisa lagi
menyembunyikan kesedihan. Hal ini bukan karena alergi terhadap kritik, namun karena kritik yang seharusnya lahir dari pemikiran mendalam justru terasa begitu negatif. Diceritakan sudut demi sudut, disebar demi mendapatkan
legitimasi pendapat. Apalagi, dalam narasi yang dibagikan ke berbagai lembaga internasional, Presiden diejek, diprovokasi, dan dipermalukan. Jelas sekali hal ini bukanlah akar dari tradisi kritis.

Di rumah bersama Indonesia, kritik bukanlah hal baru! Kami sudah saling kenal sejak lama. Di tengah stigma yang menggambarkan bangsa ini cenderung sensitif terhadap kritik, pemikiran kritis masih leluasa meramaikan wacana. Para Founding Fathers kita bahkan merupakan juaranya
mengajarkan kritik. Mereka meninggalkan banyak warisan polemik, peristiwa-peristiwa kritis yang sangat penting.

Bahkan di masa Orde Baru yang dianggap paling sensitif, kritik masih mendapat tempat khusus. Orde Baru membuka ruang bagi kritik yang bertanggung jawab. Selamat datang! Kritik bahkan dipandang sebagai partisipasi, bukan pembangkangan.

Jadi di era Orde Baru, cukup banyak pemikir dan lembaga kritis yang hadir untuk memberikan masukan kepada Pemerintah. Bahwa saat itu ada yang menyuarakan keprihatinan terhadap terbatasnya ruang menyampaikan kritik, hal tersebut bukanlah pengingkaran terhadap kesempatan menyampaikan kritik melainkan perlunya stabilitas politik yang memerlukan lahirnya bentuk pemikiran kritis yang matang, relevan dan tidak emosional. Memang dengan sikap seperti itu, ruang kritis menjadi sangat eksklusif, bukan ruang massal. Akibatnya, hanya pemikiran luar biasa saja yang dianggap kritis. Yang palsu, tidak mendapat tempat sama sekali.


PakarPBN


A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites. In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website. The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.


Jasa Backlink
Download Anime Batch

More From Author