Setelah 26 tahun berkomitmen terhadap kecantikan yang bersih, Sensatia kini telah resmi mendapat persetujuan dari Cruelty Free International.
Isu bebas dari kekejaman semakin menjadi pertimbangan banyak orang dalam memilih produk perawatan kulit, dan Sensatia nampaknya sangat memahami hal tersebut. Brand kecantikan bersih asal Bali yang sudah lama dikenal dengan produk perawatan kulit alaminya ini baru saja resmi mendapat persetujuan dari Cruelty Free International melalui program persetujuannya yang sebelumnya dikenal dengan nama Leaping Bunny Approval Program. Pencapaian ini menjadi langkah penting bagi Sensatia dalam perjalanannya menghadirkan produk yang benar-benar bebas dari pengujian pada hewan.
Baca juga: Dew It Meluncurkan COOL AF yang Menghadirkan Standar Baru Tabir Surya untuk Iklim Tropis
Program persetujuan dari Cruelty Free International sendiri bukanlah sertifikasi sembarangan, karena diakui sebagai salah satu standar bebas kekejaman yang paling terpercaya di dunia untuk industri kosmetik dan perawatan pribadi. Jadi, untuk bisa mendapatkan persetujuan ini, sebuah merek harus melalui proses verifikasi independen yang memastikan merek tersebut benar-benar memenuhi persyaratan ketat terkait praktik bebas kekejaman di seluruh rantai pasokannya, mulai dari pemilihan bahan mentah hingga produk jadi yang siap digunakan konsumen.
Sensatia sendiri bukanlah brand baru di dunia clean beauty, karena sudah berdiri lebih dari 26 tahun dan konsisten memegang prinsip bahwa merawat diri tidak harus mengorbankan kesejahteraan hewan atau kelestarian lingkungan. Prinsip inilah yang kemudian menjadi landasan dalam setiap tahapan pengembangan produknya, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses formulasi yang dilakukan secara bertanggung jawab.
Baca juga: Collector Elixir, Transformasi Mewah Koleksi Ikonik Alexandre.J yang Wajib Kamu Tahu!
Michael Lorenti selaku Founder & CEO Sensatia juga mengatakan bahwa persetujuan dari Cruelty Free International ini merupakan pencapaian penting bagi brand tersebut, karena dapat memberikan kepercayaan kepada pelanggan bahwa produk Sensatia telah lolos penilaian independen sesuai standar yang berlaku. Menurutnya, di tengah meningkatnya perhatian konsumen terhadap transparansi merek, persetujuan independen seperti ini bisa menjadi acuan yang membantu masyarakat mengambil keputusan pembelian lebih bijak.
Bagi Sensatia, pencapaian ini bukan sekedar sertifikasi di atas kertas, namun juga merupakan bukti nyata komitmen mereka terhadap kecantikan yang bersih, yang diwujudkan melalui penggunaan bahan-bahan nabati, formulasi yang dikembangkan secara bertanggung jawab, dan praktik bisnis berkelanjutan. Michael juga menambahkan, hal terpenting bagi mereka adalah memastikan setiap produk dikembangkan melalui proses yang bertanggung jawab, dan persetujuan ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk terus mempertahankan standar tersebut seiring berkembangnya kebutuhan konsumen.
Baca juga: ERHA Skincare Group Memperkenalkan Skin AIdentify, Asisten AI Cerdas untuk Kulit Anda!
Sensatia sendiri didirikan pada tahun 2000 di Indonesia dan dikenal sebagai perusahaan manufaktur yang fokus pada perawatan kulit clean botanical, menghadirkan rangkaian produk perawatan kulit berbahan dasar sumber daya alam. Menariknya, lebih dari 60% karyawan Sensatia berasal dari Karangasem, tempat pertama kali merek ini tumbuh dan berkembang. Selain persetujuan dari Cruelty Free International, Sensatia juga telah memperoleh Sertifikasi GMP (Good Manufacturing Practice) dari ASEAN Cosmetic Directive, Sertifikasi Halal dari BPJPH, dan terdaftar di BPOM. Semua produk diproduksi di Bali dengan bahan-bahan terbaik dari seluruh dunia, dan tentunya bebas dari uji coba pada hewan, tanpa paraben, sulfat, silikon, minyak sawit, pewarna sintetis atau pewangi buatan.
Dengan pencapaian tersebut, Sensatia semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu brand lokal clean beauty yang konsisten menjaga standar tinggi, baik dari segi kualitas produk maupun etika produksi. Nah buat kamu yang selama ini menjadi pengguna setia Sensatia, atau baru mulai beralih ke skincare yang lebih bersih dan bebas dari kekejaman, sepertinya brand asal Bali ini bisa jadi pilihan yang patut dipertimbangkan!
Gambar: Dok. Merek
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.