Wajah terkena abu vulkanik setelah beraktivitas di luar? Jangan asal gosok. Ini langkah membersihkan wajah yang tepat sekaligus kandungan skincare yang bisa membantu menjaga kelembapan dan skin barrier.
Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak 4 September 2026 membuat abu vulkanik menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Banten, Lampung, Jawa Barat, dan Jakarta. Abu bukan hanya bisa menempel di rumah atau kendaraan, tetapi juga pada kulit setelah kita beraktivitas di luar.
Kalau wajah sudah terkena abu, jangan langsung digosok. Partikel abu vulkanik dapat membuat kulit terasa kotor, kering, atau tidak nyaman, terutama jika kulit sedang sensitif. Karena itu, membersihkannya perlu dilakukan secara perlahan dan tetap menjaga skin barrier. Yuk, kenali caranya di artikel bawah ini!
Baca juga: Kenapa Jerawat Susah Hilang Padahal Sudah Coba Berbagai Produk? Ini Penjelasannya!
Cuci tangan terlebih dahulu
Sebelum menyentuh wajah, bersihkan tangan kamu menggunakan sabun dan air mengalir, ya. Tangan juga bisa membawa kotoran dan partikel abu, jadi jangan langsung mengusap wajah begitu sampai di rumah, lho!
Bilas wajah dengan air bersih
Jangan langsung menggosok wajah menggunakan tangan atau tisu. Bilas wajah dengan air bersih secara perlahan untuk membantu mengangkat partikel abu yang berada di permukaan kulit. Gunakan air dengan suhu yang nyaman dan hindari air yang terlalu panas.
Lakukan double cleansing jika diperlukan
Kalau menggunakan sunscreen atau makeup, lanjutkan dengan double cleansing. Gunakan cleansing water, cleansing balm, atau cleansing oil sebagai tahap pertama, kemudian lanjutkan dengan facial cleanser yang lembut.
Namun, double cleansing tidak wajib dilakukan setiap kali. Kalau tidak memakai makeup atau sunscreen dan paparan abu tidak terlalu banyak, cleanser yang gentle bisa sudah cukup, kok.
Gunakan facial cleanser yang gentle

Pilih facial cleanser yang tidak membuat kulit terasa kering atau tertarik setelah dibilas. Aplikasikan menggunakan ujung jari dengan gerakan lembut, kemudian bilas sampai bersih. Hindari menggosok wajah terlalu keras karena gesekan berlebihan bisa membuat kulit semakin iritasi, ya!
Keringkan wajah perlahan
Setelah mencuci wajah, gunakan handuk yang bersih dan lembut. Cukup tepuk perlahan sampai air terserap dan hindari menggosok kulit.
Gunakan moisturizer
Setelah wajah bersih, lanjutkan dengan moisturizer untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Ini penting karena paparan lingkungan dan proses cleansing yang terlalu keras bisa membuat kulit terasa lebih kering.
Kandungan skincare yang bisa kamu pilih!
Setelah terkena paparan abu, kamu tidak perlu langsung menggunakan banyak produk. Fokus pada kandungan yang membantu menjaga hidrasi dan skin barrier saja, ya.
Ceramide dapat membantu menjaga lapisan pelindung kulit, sementara glycerin dan hyaluronic acid membantu mempertahankan kelembapan. Ada juga panthenol yang dikenal dapat membantu menjaga hidrasi sekaligus memberikan efek soothing pada kulit. Niacinamide juga bisa menjadi pilihan untuk membantu mendukung skin barrier. Namun, jika kulit sedang terasa sensitif atau perih, sebaiknya jangan menambahkan terlalu banyak kandungan aktif sekaligus.
Baca juga: Kenali Penyebab Jerawat Sering Muncul di Dagu pada Tanggal yang Sama
Hindari scrub dan eksfoliasi untuk sementara

Setelah wajah terkena abu, bukan berarti kamu perlu melakukan eksfoliasi ekstra supaya terasa lebih bersih. Justru, sebaiknya hindari scrub atau eksfoliasi yang terlalu agresif karena dapat menambah gesekan pada kulit. Untuk sementara, cukup fokus pada basic skincare seperti cleanser, moisturizer, dan sunscreen. Setelah kondisi kulit kembali nyaman, kamu bisa kembali ke rutinitas skincare seperti biasa.
Bersihkan juga barang yang menyentuh wajah, ya!
Jangan lupa, abu bisa menempel pada benda yang sering bersentuhan dengan wajah. Setelah beraktivitas di luar, bersihkan atau ganti masker, kacamata, helm, serta pakaian yang terkena abu. Sarung bantal juga sebaiknya rutin diganti agar wajah tidak kembali bersentuhan dengan partikel yang menempel.
Girls, yang paling penting, skincare bukan pengganti perlindungan dari abu vulkanik. Saat kondisi udara masih dipengaruhi abu, kurangi aktivitas di luar ruangan jika memungkinkan dan gunakan masker yang sesuai ketika harus keluar. Ikuti juga informasi serta imbauan resmi dari pihak berwenang, ya!
Untuk kulit, cukup ingat tiga hal yaitu jangan digosok, bersihkan dengan lembut, dan jaga skin barrier. Silahkan dicoba!
Baca juga: Cuaca Berubah, Kulit Ikutan Breakout? Ini Cara Menyesuaikan Skincare Routine
image: iStock
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.